Kis 2:14a.36-41 1Ptr 2:20b-25 Yoh 10:1-10
Oleh: D Pius Laba Buri, Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa
Bapak, Ibu, Saudara/i, yang terkasih dalam Kristus,…
Hari ini, Minggu ke empat masa Paskah, kita kenal sebagai Minggu Gembala Baik. Bertepatan dengan ini kita juga merayakan Hari Doa untuk Panggilan sedunia yang ke-63. Dalam injil hari ini, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai “Pintu menuju domba-domba”. Akulah pintu kepada domba-domba itu. Gambaran tentang pintu disampaikan oleh Yesus dengan mengedepankan perbedaan yang menyolok antara gembala dan orang asing (pencuri dan perampok). Orang asing, dalam hal ini pencuri dan perampok tidak mempedulikan adanya pintu. Prosedur melewati pintu dianggap menyebabkan kegagalan dalam mewujudkan niat. Karena itu ia menggunakan jalan ilegal, memanjat tembok. Suaranya pun terasa asing, tak dikenal oleh domba-domba. Gambaran ini sungguh berbeda dengan kehadiran seorang gembala, yang masuk melalui pintu. Suaranya dikenal oleh domba-domba dan domba-domba itu mengikutinya. Dengan demikian tampak perbedaan antara gembala dan si orang asing, yakni dalam cara mereka memasuki kandang dan dalam hubungan kedekatan mereka dengan domba-domba.
Saudara, mari kita memberikan perhatian khusus pada pernyataan Yesus tentang diri-Nya sebagai “pintu”. Akulah pintu kepada domba-domba itu. Pernyataan ini mengandung maksud;
Pertama, Yesus adalah pintu yang dilewati kawanan domba. Siapapun yang melewati pintu ini ia akan memperoleh keselamatan, masuk dan keluar dengan nyaman serta menemukan padang rumput. Itu berarti, dalam menata hidup dan panggilan kita, satu-satunya pintu masuk dan keluar adalah Yesus. Berkenaan dengan hari ini sebagai hari Doa untuk Panggilan; kita semua diajak untuk mendoakan semua bentuk panggilan hidup, agar apapun panggilan itu tetap dijalankan dengan sungguh-sungguh serta penuh kasih dan pelayanan. Panggilan hidup yang kita jalani entah hidup berkeluarga, imam/biarawan/wati, bidang pekerjaan yang kita pilih dll, hendaknya kita memulai dan mengakhirinya hanya melalui dan dalam nama Yesus, pintu masuk dalam kawanan domba-Nya.
Kedua, Yesus adalah pintu bagi para gembala untuk sampai kepada domba-domba. Karena Dia adalah pintu maka Dia mempunyai akses sah kepada domba-domba. Barangsiapa yang ingin masuk dalam kawanan domba itu haruslah melalui Dia. Melalui Dialah para gembala mencapai domba-domba, sebaliknya yang datang kepada domba-domba tanpa melalui Dia, mereka adalah pencuri dan perampok. Di hari Doa untuk Panggilan ini, kita memanjatkan doa memohon semoga banyak orang tergerak untuk memilih panggilan khusus menjadi imam, menggembalakan umat Allah. Selain itu, kita mendoakan para gembala kita agar menjalankan tugas kegembalaan, menggembalakan umat Tuhan melewati pintu tunggal yakni Yesus sang penyelamat dunia.
Saudara, Yesus sebagai pintu untuk masuk ke dalam kandang keselamatan, ukurannya sudah Ia tetapkan. Manusia harus menyesuaikan diri dengan ukuran itu karena tak ada pintu alternatif lain. Karena itu bila tubuh kita kegemukan karena dosa, hendaklah kita berusaha mengecilkannya melalui tobat. Bacaan pertama, Kisah Para Rasul menegaskan: Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibabtis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu. Atau kita dapat menjadikan diri kita pantas melewati pintu itu dengan mengikuti nasehat rasul Petrus melalui suratnya pada bacaan kedua, yakni dengan selalu berbuat baik meskipun berakibat penderitaan. Selamat merayakan hari minggu Gembala baik, selamat mendoakan panggilan.***
Wangatoa, 26 April 2026

Komentar