RENUNGAN
Beranda » Berita » Pesan Untuk Bersaksi

Pesan Untuk Bersaksi

Oleh : RD Pius Laba Buri

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Kis 1:1-11      Ef 1:17-23      Mat 28:16-20

Dalam drama “Hamlet” karya William Shakespeare, dalam dialog di salah satu adegan terdapat pesan singkat seorang ayah terhadap puteranya yang hendak bepergian jauh: “Tersenyumlah kepada semua orang tapi jangan terlalu murah”. Pesan singkat namun padat makna, yang memberi awasan kepada sang putera agar tampil sebagai pribadi berkarakter; luwes dalam cara tapi tegas dalam prisnsip. Bersikap ramah terhadap setiap orang yang dijumpai namun tetap wasapada, hati-hati, selektif, serta arif dalam menilai situasi dan berhadapan dengan setiap orang.

Pesan-pesan memang lazim dalam sebuah acara perpisahan. Meskipun selama masih berada bersama orang sudah saling memberi dan menerima, saling memahami dan saling mengajarkan tentang banyak hal,  tetapi tetaplah dipandang penting arti sebuah pesan akhir. Pesan dapat menjadi amanat sekaligus petunjuk untuk bertindak, dapat pula menjadi kata kenangan bagi pemberi pesan maupun penerima pesan. Cukup sering pesan/kata akhir menjadi kata bermetarai yang kuat mempengaruhi bahkan menentukan hidup di masa depan.

Renungan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, Senin 2 November 2026

Kenaikan Yesus Kristus, kembali ke rumah Bapa adalah sebuah moment pisah (secara fisik) Yesus dan murid-murid-Nya. Meskipun Yesus telah mengajarkan banyak hal tapi belum cukup jika tanpa pesan akhir. Karena itu sebagaimana yang dikisahkan oleh injil, sebelum Ia terangkat ke surga, ke tempat di mana Ia sebelumnya berada, Yesus memberikan pesan akhir. Muatan pesan akhir Yesus adalah kewajiban untuk ‘bersaksi’ tentang Dia yang telah diutus Bapa. Perintah untuk bersaksi juga direfleksikan oleh penulis Kisah Para Rasul, seperti yang disampaikan dalam bacaan pertama. Dalam injil hari ini, pesan akhir Yesus untuk bersaksi mengandung beberapa hal pokok, yang harus diresapi oleh para murid dan kita semua demi menjaga kesetiaan kita menjalankan perutusan Yesus;

Pertama, Kristus berkuasa mengatasi segalanya. “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi”. Sebuah jaminan pasti bagi para murid   dan menggugah kesadaran kaum beriman saat ini bahwa kita masuk dalam perlindungan Yesus yang berkuasa  di atas segala-galanya. Jaminan ini menepis ketakutan, kecemasan dan keraguan kaum beriman  dalam mewujudnyatakan imannya. Orang beriman akan menyerahkan segala persoalan hidupnya dalam penyelenggaraan dan kuasa Kristus yang diimani.

Kedua, Perintah untuk mewartakan injil. “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan babtislah mereka….”. Para murid disadarkan bahwa mereka akan menjalankan tugas ilahi untuk menyelamatkan dunia. Mereka yang menerima babtisan Roh Kudus   diserahi tugas untuk menyelamatkan dunia. Estafet tugas itu dilanjutkan oleh semua umat beriman. Oleh babtisan yang telah kita terima, kita mengemban imamat umum mewartakan Kristus baik melalui panggilan hidup masing-masing maupun melalui aneka keterlibatan dalam hidup menggereja maupun bermasyarakat. Karena itu bagi yang menolak untuk berperan serta sama artinya dengan menyangkal Kristus.

Ketiga, Janji untuk selalu menyertai para murid. Perutusan yang diberikan dibarengi dengan janji untuk selalu ada dan bergiat bersama. “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”. Janji ini menjadi kekuatan dan menumbuhkan rasa percaya diri dari para murid dalam mengemban perutusan. Kita semua percaya akan janji itu, sebab kita juga menaruh keyakinan bahwa sekecil apapun pekerjaan yang kita lakukan, kita sebenarnya melakukan pekerjaan Tuhan. Tuhan sendri akan memulai dan mengakhiri. Dia pula yang berkenan menyertai termasuk melalui kehadiran orang lain, seperti yang dialami jemaat di Efesus di mana Paulus tampil sebagai perpanjangan tangan Tuhan, memberi dukungan dan peneguhan. “…..aku memohon supaya Ia memberi kamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar; supaya Ia menjadikan mata dan hatimu terang”.

Pesan akhir Yesus tampak sederhana namun syarat makna. Di dalamnya ada misi tertentu yang Ia kehendaki yakni agar apa yang dikerjakan Allah dalam wafat dan kebangkitannya dialami oleh semua bangsa. Semua bangsa menjadi murid-Nya, masuk dalam persekutuan Bapa, Putera dan Roh Kudus. Kita menjalankan pesan akhir perutusan Yesus dengan penuh penyerahan diri, kesetiaan dan sukacita. Menyentuh dan menyapa semua kalangan tapi dengan karakter seorang murid Kristus, memiliki prinsip hidup kristiani. Atau dengan sebuah ungkapan kiasan: tersenyum pada semua tapi bukan murahan. Selamat bersaksi.***

Perayaan Terpadu PKRW 2026, Deken Lembata: Wangatoa Multikultur dan Jadi Kekayaan Gereja

                                              Wangatoa, 14 Mei  2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement