Oleh: RD Yohanes Angka Wokal
Pastor Rekan Paroki Kristus Raja Wangatoa
1 Raja-Raja 3:5.7-12 ; Roma 8:28-30 ; Mateus 13:44-52
Saudara-saudari……untuk segala sesuatu yang dirasa sebagai yang paling berharga dalam hidup, sudah pasti diusahakan, diperjuangkan agar harta berharga itu bisa menjadi milik. Apa saja yang bisa menjadi berharga? Bisa saja keluarga, Kesehatan, sahabat, persaudaraan, jabatan, kuasa, harta kekayaan, uang, dan lain-lain. Semuanya itu dapat diraih atau memperolehnya melalui usaha dan perjuangan yang keras.
Pada peringatan hari Kakek, Nenek sedunia ini, kita merenung berkat dan anugerah yang hadir melalui kehadiran para lansia dalam hidup kita. Ketika Salomo yang masih muda menjadi Raja Israel, satu-satunya yang ia mohonkan dari Tuhan ialah Karunia Kebijaksanaan , agar dapat melayani dengan baik dan jujur. Ia tidak meminta usia yang panjang, kekayaan, dan kemuliaan pribadi. Yang ia minta hanyalah hati yang paham akan perintah-perintah Tuhan. Pernyataan Salomo itu tertulis dalam kitab 1 Raja-Raja bahwa, Tuhan mengajak Salomo meminta sesuatu bagi dirinya dengan mengatakan: ”Mintalah apa yang hendak Ku-berikan kepadamu.” Dan Salomo meminta, “Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.” Itulah Karunia Kebijaksanaan Allah. Hikmat itu sering kali datang seiring tambahnya usia, melalui pengalaman hidup yang panjang dan perenungan yang mendalam.
Dalam Injil, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang HartaTerpendam dan Mutiara yang Berharga. Kerajaan S urga digambarkan sebagai sesuatu yang begitu bernilai sehingga seseorang rela mengorbankan segalanya untuk mendapatkannya. Dan, Yesus membandingkan Kerajaan Allah itu ada dua hal.
Pertama, Ia membandingkan Kerajaan Allah itu dengan harta terpendam yang ditemukan orang di ladang. Oleh karena sukacitanya, ia menjual segala harta miliknya dan membeli seluruh ladang itu. Kedua, Dia juga membandingkan Kerajaan Allah itu dengan mutiara indah. Agar memperoleh mutiara itu, ia berani menjual seluruh miliknya dan membeli mutiara itu. Itu berarti, perumpamaan Yesus ini mau menunjukkan bahwa Kerajaan Allah itu adalah sesuatu yang sangat berharga, sehingga orang berani mengorbankan miliknya yang paling berharga agar bisa memiliki Kerajaan Allah itu. Untuk itu, dituntut sikap yang radikal dan berani.
Peristiwa hari ini,Kakek dan nenek, dengan kasih dan pengorbanan sudah bertahun-tahun lamanya, sering kali menjadi “Harta Terpendam” dan “Mutiara Berharga” dalam keluarga dan masyarakat. Mereka mewariskan nilai-nilai luhur, tradisi dan fondasi iman yang kokoh kepada generasi selanjutnya. Mereka adalah lumbung hikmat, saksi Sejarah keluarga dan masyarakat, yang menyimpan pelajaran berharga dari masa lalu.
Nilai-nilai Kerajaan Allah itu harus diusahakan, dicari, diperjuangkan untuk memperoleh yang berharga dan bernilai, seperti: keluarga, Kesehatan, persaudaraan, keadilan, kebenaran, sukacita, pengorbanan, kejujuran, kedamaian, dan lain-lain.
Yang penting dan berharga dalam hidup kita sebagai orang beriman adalah Kristus sendiri melalui Sabda dan teladan hidup-Nya pada kita. Kita harus mengorbankan banyak hal dalam hidup kita, supaya kita bisa memiliki Kristus dan kehidupan yang kekal di surga. Maka kita butuh bantuan Tuhan sendiri agar kita tetap mengandalkan Dia dalam hidup ini dan bukan pada kemampuan diri kita. Hendaknya kita mengakui keterbatasan hidup kita sebagai manusia dan menyerahkan diri kepada Allah, agar “harta yang terpendam” dan “mutiara yang berharga” menjadi milik kita. Kita mau mengorbankan segalanya dan “menjual harta milik kita” untuk memperoleh harta terpendam dan mutiara berharga, dan bukan sebaliknya, menjual harta terpendam dan mutiara berharga itu, dan mencari harta yang tak bernilai.
Dari perenungan ini, Rasul Paulus menguatkan hidup iman umat di Roma dan juga kita bahwa, Paulus yakin Allah sungguh terlibat dalam mempersiapkan kebahagiaan bagi anak-anak-Nya. Yang menjadi keinginan hati Allah ialah agar semua orang yang telah dipanggil dari semula menjadi serupa dengan gambaran Putera-Nya, yaitu Dibenarkan dan Dimuliakan. Allah akan turut bekerja bagi kita. Allah akan menyertai kita dan senantiasa mengarahkan seluruh diri kita kepada Kristus. Yesus Kristus menjadi pribadi yang terpenting bagi kita yang mencari harta berharga. Kristus saja sudah cukup. Yang lain menjadi relatif. Hidup yang demikian menjadi kesaksian akan kebenaran Injil. Kita menemukan harta berharga dan mutiara indah dalam Kasih Kristus. Persatuan mesra dengan Tuhan kita alami dan bagikan kepada banyak orang. Semoga kita pun menemukan harta terpendam dan mutiara yang indah itu dalam diri sesama, dalam keluarga, dalam persaudaraan, dan dalam perutusan. Kita juga bijaksana dalam menghayati hidup dengan penuh Syukur menggunakan harta dunia ini dan kerinduan akan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Bertepatan dengan hari kakek dan Nenek, kesempatan untuk kita menghargai dan mendengarkan lagi dengan penuh perhatian kisah dan nasehat dari mereka. Mereka merupakan jembatan antara masa lalu dan masa kini, pembawa kasih dan kebijaksanaan yang tak ternilai harganya. Kehadiran mereka adalah anugerah yang patut kita syukuri, kita pelihara dan kita jaga. Mari kita luangkan waktu untuk mendengarkan, belajar, dan mencintai mereka karena dalam diri mereka tersimpan warisan khasana Rohani dan kemanusiaan yang sangat berharga. ***

Komentar