Oleh. Rena Balawala
Anak adalah anugerah yang dititpkan Tuhan,Orang tua tidak memiliki anak secara mutlak,melainkan dipercayakan oleh Tuhan untuk membimbing,melindungi,dan mendidik dengan penuh cinta.Hal ini menuntut tanggungjawab moral yang besar,karena orang tua mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap tumbuh kembang anak kelak yang adalah anugerah yang dititipkan Tuhan untuk hadir ditengah kehidupan keluarga,dan orang tua mempunyai tugas sebagai pendidik yang pertama,karena keluarga merupakan tempat yang pertama anak belajar.Sebagai orang Katolik orang tua mempunyai tanggungjawab terhadap tumbuh kembang iman anak.
Apa itu keluarga Katolik? Keluarga Katolik adalah persekutuan pribadi ~pribadi (Suami,istri dan anak ~ anak)yang disatukan oleh cinta kasih dan Sakramen perkawinan yang berperan sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga) atau Gereja mini.Mereka merupakan tempat pertama pendidikan Iman dan pewartaan Injil yang berfokus pada pelayanan,liturgy dan Sakramen.
Siapa itu orang tua Katolik? Orang tua Katolik adalah pendidik iman utama bagi anak ~ anak dengan menjadikan rumah sebagai “Gereja Rumah Tangga”(Ecclesia Domestica).Cara Utamanya adalah menjadi teladan hidup Kristiani,berdoa bersama,rutin mengikuti misa,membaca Kitab Suci,dan menanamkan nilai kasih,kejujuran,serta saling memaafkan dalam keseharian.
Bagaimana caranya menjadi pendidik dalam keluarga Katolik?
- Menjadi teladan iman : (Orang tua adalah contoh konkret kasih Kristus.Perilaku orang tua dalam menghargai sesama dan setia dalam iman lebih berdampak dari pada sekedar perkataan)
- Membangun budaya doa di rumah : (Membiasakan doa bersama,seperti doa sebelum makan,doa malam,dan membaca Kitab Suci bersama agar iman tertanam sejak dini)
- Melibatkan anak dalam liturgy :(Mengajak anak mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja (Mengajak anak mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja (Misa hari minggu dan hari ~hari raya)
- Pendidikan Karakter dan Moral: (Mengajarkan perbedaan benar dan salah berdasarkan ajaran kristiani,terutama di Era digital saat ini)
- Menciptakan Quality time: (Meluangkan waktu khusus untuk berdialog dengan anak,mendengarkan ,dan berbagi pengalaman)
Tujuan Pendidikan Iman Dalam Keluarga
Pendidikan iman dalam keluarga bertujuan membimbing anak untuk mengenal Tuhan dan menyelamatkan jiwa mereka.Dalam dokumen Gereka Katolik,terutama Gravissimum Educationis dan Familiaris Consortio.Menegaskan tujuan pendidikan iman dalam keluarga adalah membentuk pribadi manusia seutuhnya,mengenalkan anak pada misteri Allah,serta mengantar mereka menuju kehidupan kekal.Keluarga bertindak sebagai pendidik utama dan pertama,di mana iman tumbuh melalui Doa,Sakramen dan teladan hidup.
Rujukan Dokumen Gereja :
- Katekismus Gereja Katolik (KGK 1653) : Orang tua adalah pendidik yang pertama dan terpenting
- Kitab Hukum Kanonik (KHK 1136) : orang tua mempunyai kewajiban sangat berat dan hak primer untuk sekuat tenaga mengusahakan pendidikan anak baik fisik,social dan kultur,maupun moral.
- Gravissium Educationis (GE) : Dokumen ini,dari Konsili Vatikan II (1965) menegaskan bahwa orang tua memiliki kewajiban utama dan tak tergantikan untuk mendidik anak ~ anak mereka,termasuk pendidikan iman,menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih dan bakti kepada Allah.
Oleh karena itu pendidkan iman tidak bisa digantikan dan bertujuan mempersiapkan anak bertumbuh menjadi harapan Gereja dan masa depan.
Penegasan Paus Fransiskus meskipun zaman berubah,peran keluarga sebagai tempat utama penyamaian iman tetap tak tergantikan.
Pertanyaan Refleksi ( Sharing )
Apa saja yang sudah anda lakukan sebagai seorang pendidik utama ditengah keluarga???Apa harapan terbesar anda untuk anak ~ anak anda kelak Tidak perlu menjadi sempurna di mata orang lain cukup menjadi yang terbaik untuk orang ~ orang yang kita cintai,karena seburuk apapun kita dimata orang lain, kita tetap terbaik untuk mereka.Menjadi pendidik,tidak perlu menjadi seorang guru cukup dengan memberikan teladan hidup.

Komentar