RENUNGAN
Beranda » Berita » Tuhan Baik untuk Semua Orang

Tuhan Baik untuk Semua Orang

Oleh: RD Yohanes Angka Wokal

Pastor Rekan Paroki Kristus Raja Wangatoa

Yesaya 55:1-3 ; Roma 8:35.37-39 ; Mateus 14:13-21

Saudara-saudari…..Hidup setiap orang, entah sadar atau pun tidak sadar sudah pasti dia membutuhkan kebutuhannya untuk hidup. Bila kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, maka hidup sungguh dirasakan semakin sulit dan menyedihkan. Menghadapi situasi sulit seperti ini, kita patut bersyukur, karena masih ada orang lain yang masih peduli dan belarasa, bersolider dengan yang lapar dan miskin. Setiap orang tergerak hatinya untuk saling membagi. Banyak orang berusaha membantu orang-orang yang susah itu dengan pengorbanan yang tidak terkirakan.

Dalam bacaan Yesaya, mengutarakan bangsa Israel menerima penghiburan dari Allah dan mengalaminya sebagai Tuhan kehidupan. Pengalaman penderitaan yang lama, merasa terbuang dan terasing di Babel, berada dalam ketakutan yang mencekam dan diusik oleh rasa lapar dan haus. Allah membarui perjanjian cinta-Nya dengan mereka, yaitu menjamin masa depan hidup mereka dengan memberikan rezeki yang cuma-cuma. Allah berfirman: ”Marilah kamu semua yang haus, minumlah, air tersedia. Datanglah kamu semua yang tak punya uang, terimalah gandum tanpa bayar dan makanlah! Anggur dan susu tersedia, terimalah dengan cuma-cuma”. Mereka terima kepenuhan hidup bukan yang bersifat jasmania semata. Tetapi mereka sungguh membutuhkan campur tangan dan kehadiran dari Yang Ilahi, kepada hidup mereka.

Renungan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, Senin 2 November 2026

Selanjutnya, Rasul Paulus, menyatakan tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari Kasih kristus. Baik penderitaan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya atau pedang, tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Dalam segala situasi termasuk saat diri ini merasa tak berdaya, kasih Allah jaminannya. Allah akan melipatgandakan keterbatasan yang ada pada kita dan tidak mungkin membiarkan kita mati kelaparan.

Dan dalam Injil, diceritakan bahwa banyak orang yang selalu mengikuti Yesus dari berbagai macam golongan, dan dari tempat yang jauh. Itu membuat Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasihan. Menempuh perjalanan jauh, banyak orang lelah dan lapar. Maka dari itu Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan”. Jelas dan tegas apa yang dikatakan Yesus. Sebagai murid, walaupun punya banyak alasan mereka harus memberi makan. Yang diandalkan bukan apa yang mereka punya ( lima roti dan dua ikan ), melainkan mereka bersama dan bersatu dengan Tuhan Yesus, itulah membuat mereka mampu membagi sekalipun sedikit ada pada mereka. Sebab Yesus tidak sebatas kasihan, tetapi Yesus justru berbelaskasih. Belaskasih itu nyata dalam tindakan, “kamu harus memberi mereka makan.” Tanpa belaskasih para murid tidak bisa memberi makan kepada orang banyak itu.

Dalam keadaan bingung itu, Yesus turun tangan. Yesus menolong mereka. Ia mengambil roti dan ikan yang dibawa para murid. Ia mengucap Syukur dan memberkatinya, lalu memberikan roti dan ikan itu kepada para murid supaya dibagi-bagikan kepada semua orang yang datang. Lewat tangan para murid itu, roti dan ikan berlipat ganda, sehingga masih sisa. Para murid lega, senang, dan heran. Dari keheranan itu, banyak yang mulai percaya, bahwa Yesus memang yang diutus Bapa.

Dengan bantuan Yesus, mereka mampu. Betapa pentingnya hati yang berbelaskasih dan menggerakkan untuk berbuat sesuatu, dan disertai dengan doa. Doa yang keluar dari hati yang jujur dan tulus Ikhlas akan didengarkan oleh Tuhan. Mengapa dengan doa?, karena dengan doa kita boleh dimampukan menghayati nilai-nilai Injil untuk berbelaskasih,  berbelarasa dan solider dengan orang lain, terlebih yang lapar dan miskin.

Pertanyaan untuk kita: Apakah “lima roti dan dua ikan” yang kita miliki saat ini cukup?; Apakah itu sedikit waktu, sedikit bakat, sedikit rezeki, atau sedikit kesabaran? Jangan ragu untuk memberikannya kepada Yesus. Jika kita mau membawa apa yang sedikit ada pada kita, dan itu kita berikan kepada Yesus dengan hati yang berserah dan bersyukur, Ia akan melipatgandakannya. Ia tidak membutuhkan kesempurnaan atau kelimpahan yang ada pada kita, tetapi Ia hanya membutuhkan kesediaan kita untuk memberi apa yang kita miliki, sekecil apa pun itu.

Kasih adalah Kunci Hidup Yang Bahagia

Ia akan mengambilnya, mengucap Syukur, dan melipatgandakannya untuk kebaikan siapa saja dan banyak orang serta kemuliaan nama-Nya. Percayalah, bahwa segala sesuatu kalau Tuhan menghendakinya pasti akan terlaksana. Maka, marilah segala perkara kita atasi dalam kebersamaan dan kesatuan dengan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Sebab, Tuhan berharap agar kita harus membagikan rezeki kita sedapat mungkin apa yang kita miliki walau hanya sedikit. Solidaritas dan kepedulian terus dibangun dan diusahakan, agar semua orang boleh makan sampai kenyang dan bukan “suruhlah mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Tapi “kamu harus memberi mereka makan” kepada yang lemah, miskin dan mereka yang betul membutuhkannya. Semoga Tuhan tetap menguatkan iman kita, agar kita tidak goyah, tapi selalu percaya bahwa, Tuhan mencukupkan segala kebutuhan hidup manusia, dan selalu mengulurkan tangan-Nya. Dalam Dia semuanya menjadi mungkin, karena Dia adalah roti kehidupan, yang akan memberikan kekuatan dan keberanian untuk hidup. Semoga setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita semakin percaya bahwa Kristus adalah Roti Kehidupan yang mengenyangkan jiwa kita dan mengutus kita untuk menjadi roti kehidupan bagi dunia. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement