Komisi Keluarga KWI menyelenggarakan kegiatan Kursus Pastoral Keluarga (KUPAS 5)yang diikuti oleh pasangan suami istri, utusan dari setiap keuskupan seluruh Indonesia, kelompok kategorial CFC,CFM,suster dan juga para romo ketua Komkel dari setiap kesukupan, kegiatan ini dilaksanakan sejak bulan Februari sampai dengan bulan Agustus nanti secara daring, yang terbagi dalam 6 tahapan kelas Parenting Janin, Bayi, Balita, anak sekolah, Remaja dan Dewasa.

Keuskupan Larantuka mengutus peserta dari setiap Dekenat sebagai perwakilan keuskupan Larantuka, Dekenat Lembata di wakili oleh Tim Pastoral Keluarga Dekenat Lembata yang dibagi dalam setiap kelas Parenting. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Romo Ben Belawa sebagai ketua Komisi Keluarga Keuskupan Larantuka.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan iman serta membekali Tim Pelayanan Pastoral Keluarga didalam melaksanakan tugas pelayanannya. Pasutri Barto Koban dan Rena Balawala dari Paroki Kristus Raja Wangatoa mendapat kelas Parenting Balita dan mengikuti kegiatan selama bulan Mei. Materi-materi yang diperoleh di kelas parenting Balita adalah
- Disiplin Tanpa Drama Membentuk Perilaku Positif Anak Sejak Dini
- Membangun Akar Menumbuhkan Sayap, Membangun Kesiapan Anak Bersekolah
- Memanfaatkan Teknologi Informasi Secara Optimal Dalam Pengasuhan Di Era Digital
- Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
Materi-materi tersebut dibawakan oleh para Psikolog yang mempunyai segudang pengalaman. mereka adalah :
- Febiana Katerina Pratomo, M.Psi.Psikolog
- Dr. Lucia RM Royanto., MSi., MSpEd., Psikolog
- Amanda MargiaWiranata, S.Psi., M.Si., Psikolog
- Febiana Katerina Pratomo, M.Psi., Psikolog
Materi dibawakan dalam 4 sesi. Sesi pertama pemaparan materi oleh nara sumber, sesi kedua tanya jawab, sesi ketiga diskusi kelompok dan sesi keempat presentasi hasil diskusi kelompok. Pelaksanaan diskusi kelompok berjalan alot yang di pandu dengan pertanyaan penuntun,seperti
- Bagaimana kondisi umat anda,terkait topik hari ini?
- Masalah apa saja yang paling sering muncul terkait topik?
- Apa pendampingan pastoral yang dapat dilakukan untuk membantu?
didalam diskusi tersebut, semua peserta saling berbagi persoalan-persoalan yang sering terjadi di keuskupan masing-masing dan bersama-sama mengusulkan cara pendampingan Pastoral yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut didalam diskusi kelompok,dan nantinya akan didiskusikan bersama-sama secara umum yang kemudian akan disimpulkan oleh nara sumber,

selain itu juga peserta diberikan kesempatan secara perorang untuk bertanya langsung kepada nara sumber terkait persoalan yang dihadapi, dari kegiatan tersebut dapat memperoleh banyak hal baru dari peserta keuskupan lain,selain itu juga dapat menyampaikan persoalan yang dialami dan langsung ditanggapi oleh nara sumber dengan memberikan penjelasan penyebab dan memberikan solusi atas masalah yang disampaikan.
Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi orang tua katolik masa kini agar dapat menjalankan peran sebagai orang tua Katolik dengan baik, seperti kata Paus Fransiskus (Amoris Laetitia) Keluarga adalah tempat di mana anak- anak belajar untuk hidup, belajar untuk mencintai, dan belajar untuk percaya. Orangtua perlu mempertimbangkan apa yang mereka ingin beberkan kepada anak-anaknya. Itulah sebabnya, ia harus memperhatikan siapa yang bertanggung jawab terhadap waktu luang dan hiburan bagi mereka, siapa yang memasuki ruangan mereka melalui televisi dan peralatan elektronik, dan pada siapa mereka memercayakan anakanaknya untuk membimbing mereka di waktu senggang mereka.
Selain itu juga memberikan manfaat bagi gereja didalam menjawabi tantangan ditengah lajunya ilmu pengetahuan dan teknologi.Para peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan untuk dapat membagikan apa yang diperoleh melalui pelayanan karya Pastoral di keuskupan masing-masing. (Barto-Rena)

Komentar