Sebanyak enam orang anggota Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (K3I) Paroki Kristus Raja Wangatoa dikukuhkan keanggotaannya dalam perayaan misa Minggu Kerahiman Ilahi, Minggu (12/04/2026). Mereka telah bergabung dan mengikuti kegiatan doa dan kegiatan lainnya selama ini, serta menyiapkan diri secara penuh dengan mengikuti novena Kerahiman Ilahi selama sembilan hari sejak Jumat (03/04/2026).

Sepanjang usia komunitas ini di PKRW, pengukuhan kali ini tampak lebih meriah. Pasalnya perayaan misa bertepatan pula dengan puncak kegiatan live in para frater Tingkat III Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret Maumere. Perayaan misa dipimpin Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD Pius Laba Buri dan Pastor pendamping para frater, RD Richard. Sementara koor dibawakan para frater.
“Pengukuhan kali ini Istimewa. Mari terus menebar Kerahiman Tuhan dalam kehidupan. Doa dan perbuatan belas kasih merupakan hal yang mesti melekat pada diri kita,” ujar Ketua K3I PKRW, Andreas Leu.

Kerahiman Ilahi menaruh kepercayaan penuh pada kasih dan belas kasih Allah yang tak terbatas, terutama bagi orang berdosa, serta panggilan untuk membagikan belas kasih tersebut kepada sesama melalui tindakan, perkataan, dan doa. Kepada St Faustina, Yesus mengingatkan Kasih Allah yang tak terbatas: Allah mengasihi semua manusia, dan rahmat-Nya lebih besar daripada dosa sebesar apa pun. Kepercayaan: Mengandalkan Tuhan sepenuhnya, terutama di saat-saat sulit. Belas Kasih kepada Sesama: Menjadi bejana kerahiman Allah dengan mempraktikkan kasih, pengampunan, dan tindakan nyata kepada orang lain. Doa dan Sakramen: Pentingnya mendoakan Koronka, merayakan Pesta Kerahiman Ilahi (Minggu setelah Paskah), dan menghormati Gambar Yesus Berbelas Kasih. Jam Kerahiman Ilahi adalah jam tiga sore. Pada jam Kerahiman Ilahi itu kita berdoa dan memeditasikan sengsara Tuhan Yesus, khususnya saat Ia sendirian meregang nyawa-Nya. Pada jam Kerahiman Ilahi ini kita diminta untuk berdoa memohon kemahakuasaan-Nya bagi seluruh dunia, teristimewa bagi orang-orang berdosa yang malang. Pada saat itu belas kasih-Nya dibuka lebar bagi setiap jiwa. Kita yang berdoa pada jam Kerahian Ilahi ini dapat memperoleh apa saja yang kita minta bagi diri sendiri dan bagi orang-orang lain; Pada jam Kerahiman Ilahi ini, kita mengakui Kerahiman Allah bagi seluruh dunia di mana belas kasih menang atas keadilan.

Sebagai pengingat Jam Kerahiman Ilahi adalah pukul 15.00 (jam tiga sore), kita berdoa pada detik-detik wafat Tuhan Yesus Kristus. Kita meluangkan waktu tiga detik untuk mendoakan dengan hati tiga kata “Aku Berharap PadaMu” atau “Engkaulah Andalanku”. Doa tiga kata ini bisa kita doakan ketika kita tidak mungkin mendoakan doa “Rosario Kerahiman Ilahi” secara lengkap. Doa yang singkat ini menjadi keselamatan kita dan banyak orang kelak.
Doa Jam Kerahiman Ilahi:
Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia.
O, Sumber Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami.
Darah dan Air yang telah memancar dari Hati Yesus Yang Maha Kudus sebagai sumber Kerahiman bagi kami, Aku Berharap PadaMu (3X) (FB)


Komentar